
[Ibrani 9:15]
“Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.”
Mereka seharusnya tidak layak menerimanya. Wanita-wanita yang dikisahkan masih hidup dalam perjanjian yang pertama—terpuruk, hina, dan ‘tidak pantas’ menurut hukum dan tradisi saat itu.
Lalu, mengapa saat Sang Kasih Karunia itu datang, mereka justru berani melangkah menghampiriNya?
Bukan karena perbuatan baik, melainkan karena iman yang rela mengambil risiko. Kasih Karunia lebih dari sanggup & cukup bagi hidupmu.
Hebrews 9:15 (KJV) And for this cause he is the mediator of the new testament, that by means of death, for the redemption of the transgressions that were under the first testament, they which are called might receive the promise of eternal inheritance.
They shouldn’t have deserved it. The women in the story were still living under the first covenant—down, lowly, and “unworthy” according to the laws and traditions of the time.
So, why, when Grace came, did they dare to approach Him?
Not because of good deeds, but because of faith that was willing to take risks. Grace is more than capable and sufficient for your life.
描述: 希伯来书 9:15 因此,他作了新约的中保,既然受死赎了在头一个约之下的人的过犯,便叫蒙召之人得着所应许永远的产业。 她们本不配得。故事中的妇女仍活在旧约之下——按当时的律法和传统,她们地位卑微,“不配”蒙恩。 那么,当恩典降临,她们为何敢于靠近祂? 并非因善行,而是因那甘愿冒险的信心。恩典足以丰盛地充满你的人生。
