
Pengenalan Bapa di surga seharusnya mulai dari keluarga. Tetapi banyak peran ayah tidak sesuai / pasif sehingga anak-anak mengalami fatherless. Fatherless ini memberi dampak dalam hidup anak-anak, ada yang sangat mengalami kecemasan ekstrim, panic attack, sangat introvert (diam), atau sangat ekstrover (banyak pembuktian diri).
Apa itu pembapaan rohani?
Kenapa saya butuh memiliki Bapa rohani atau dibapai ulang?
Kenapa pembapaan ulang dapat memulihkan hidup orang-orang yang fatherless?
Apakah pembapaan rohani itu program gereja?
Temukan jawabannya dalam Let’s Talk series ini.
Knowing the Father in heaven should start from family. But many fathers’ roles are lacking / passive, so kids experience fatherlessness. This fatherlessness impacts kids’ lives – some experience extreme anxiety, panic attacks, are very introverted (quiet), or very extroverted (proving themselves).
What is spiritual fathering? Why do I need a spiritual Father or to be fathered again? Why can re-fathering restore lives of those who are fatherless? Is spiritual fathering a church program?
Find the answers in this Let’s Talk series.
